Kalkulator klinis dan skor gratis untuk dokter dan mahasiswa kedokteran · Lihat semua kalkulator
← Semua kalkulator dan skor
Skrining

Kalkulator AUDIT-C — Skrining Konsumsi Alkohol

Skrining konsumsi alkohol berisiko

Sumber utama: Bush K et al. Arch Intern Med 1998; 158(16): 1789-1795

Tinjauan klinis terakhir: 28.04.2026

Perhitungan online

Seberapa sering Anda mengonsumsi alkohol?
Berapa standard drink yang biasanya Anda konsumsi dalam satu kesempatan?
1 standard drink = 10 g etanol murni ≈ 30 mL minuman keras, 100 mL wine, 250 mL bir
Seberapa sering Anda mengonsumsi 6+ drink dalam satu kesempatan?

Tentang skor ini

AUDIT-C (Alcohol Use Disorders Identification Test — Consumption) adalah versi singkat tiga pertanyaan dari AUDIT standar, dikembangkan oleh Bush K. dkk. (Arch Intern Med 1998). Digunakan sebagai skrining cepat konsumsi alkohol bermasalah di layanan kesehatan primer.

Tiga pertanyaan mencakup frekuensi konsumsi, dosis tipikal, dan episode binge drinking (≥ 6 standard drink dalam satu kesempatan). Setiap pertanyaan dinilai 0–4 poin, total 0–12.

Cut-off: ≥ 4 poin pada pria dan ≥ 3 pada wanita — skrining positif, kemungkinan konsumsi berbahaya atau berisiko meningkat. ≥ 8 — kemungkinan tinggi ketergantungan alkohol. Pedoman pencegahan internasional dan WHO 2021 memasukkan AUDIT-C sebagai standar skrining dalam pemeriksaan kesehatan rutin.

Kapan digunakan

Rincian parameter

Seberapa sering Anda mengonsumsi alkohol?

Frekuensi konsumsi: 0 — tidak pernah, 1 — sebulan sekali atau kurang, 2 — 2–4 kali per bulan, 3 — 2–3 kali per minggu, 4 — ≥ 4 kali per minggu.

Berapa standard drink yang biasanya Anda konsumsi dalam satu kesempatan?

Jumlah standard drink tipikal dalam satu hari: 0 — 1–2, 1 — 3–4, 2 — 5–6, 3 — 7–9, 4 — ≥ 10.

Seberapa sering Anda mengonsumsi 6+ drink dalam satu kesempatan?

Frekuensi konsumsi ≥ 6 drink sekaligus: 0 — tidak pernah, 1 — kurang dari sebulan, 2 — sebulan sekali, 3 — seminggu sekali, 4 — harian.

Contoh klinis

Kasus

Pria 45 tahun datang ke dokter umum. Pada pertanyaan AUDIT-C menjawab: minum 2–3 kali per minggu, biasanya 5–6 drink per malam, ≥ 6 drink sekaligus terjadi seminggu sekali.

Perhitungan

Frekuensi 2–3 kali per minggu (3) + dosis biasa 5–6 (2) + binge seminggu sekali (3) = 8 poin.

Interpretasi dan tata laksana

AUDIT-C ≥ 8 — kemungkinan tinggi ketergantungan alkohol. Tatalaksana: pemeriksaan lebih lanjut dengan AUDIT lengkap (10 pertanyaan), evaluasi CAGE, penilaian konsekuensi somatik (ALT/AST, GGT, MCV, FibroScan), skrining gejala withdrawal. Brief intervention dalam konsultasi, rujuk ke spesialis adiksi atau psikiater, diskusi metode non-farmakologis dan farmakologis (naltrexone, acamprosate).

Keterbatasan dan perhatian

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud 'standard drink' alkohol?
Secara internasional — ~10–12 g etanol murni. Setara 30 mL vodka (40%), 100 mL wine (12%), 250 mL bir (5%).
AUDIT-C vs CAGE?
AUDIT-C lebih akurat untuk skrining konsumsi bermasalah saat ini (mencakup pertanyaan kuantitatif). CAGE lebih singkat (4 pertanyaan) dan lebih menilai ketergantungan, namun kurang sensitif.
Pada skor berapa harus rujuk ke spesialis adiksi?
≥ 8 — pertimbangkan rujukan. ≥ 4 (pria)/3 (wanita) — wajib diskusi dengan pasien, brief intervention. Keputusan rujuk bersifat individual.
Apakah dapat digunakan pada remaja?
Cut-off standar tidak tervalidasi untuk remaja — pada mereka setiap konsumsi reguler dianggap bermasalah.

Semua kalkulator klinis dalam satu tempat

Skor dan rumus tervalidasi dengan interpretasi lengkap, contoh klinis, dan referensi sumber. Akses terbuka, tanpa registrasi.

65+ kalkulator · skor dan rumus · interpretasi dengan catatan tata laksana

АА
Aleksandr A. Aulov Dokter, penyakit dalam, Sechenov School — platform pendidikan kedokteran independen. Kalkulator disusun dari publikasi asli dan panduan klinis terkini. Ambang batas interpretasi mengikuti studi sumber kecuali dinyatakan lain.
Kalkulator ini ditujukan untuk tenaga kesehatan profesional. Jangan gunakan untuk diagnosis diri atau pengobatan sendiri. Keputusan tata laksana dibuat oleh klinisi yang merawat berdasarkan gambaran klinis lengkap dari masing-masing pasien.