Kalkulator klinis dan skor gratis untuk dokter dan mahasiswa kedokteran · Lihat semua kalkulator
← Semua kalkulator dan skor
Kardiologi

Klasifikasi Fungsional NYHA untuk Gagal Jantung

Klasifikasi keparahan gagal jantung kronik

Sumber utama: The Criteria Committee of the NYHA, 1994. Revised by AHA 2023

Tinjauan klinis terakhir: 28.04.2026

Perhitungan online

Kelas fungsional

Tentang skor ini

Kelas fungsional NYHA (New York Heart Association) adalah skala standar untuk menilai keparahan klinis gagal jantung kronik. Digunakan sejak 1928, revisi terakhir 1994. Membagi pasien menjadi 4 kelas fungsional berdasarkan derajat keterbatasan aktivitas fisik.

Kelas I: aktivitas fisik biasa tidak menimbulkan gejala. Kelas II: keterbatasan ringan — aktivitas biasa disertai sesak napas, kelelahan, atau palpitasi. Kelas III: keterbatasan bermakna — gejala muncul saat aktivitas minimal, kondisi baik saat istirahat. Kelas IV: gejala saat istirahat; setiap aktivitas memperburuk keluhan.

Skala bersifat subjektif, namun ini justru keunggulannya: korelasi dengan prognosis dan kualitas hidup lebih tinggi dibanding parameter objektif (fraksi ejeksi ventrikel kiri, NT-proBNP) bila digunakan tunggal. Pedoman ESC 2021 menggunakan NYHA sebagai kriteria kunci untuk pengambilan keputusan: indikasi ICD/CRT, eskalasi terapi (penambahan inhibitor SGLT2, sakubitril/valsartan), rujukan untuk transplantasi.

Kapan digunakan

Rincian parameter

Kelas fungsional

Pilih kelas fungsional berdasarkan derajat keterbatasan aktivitas fisik yang dialami pasien dalam 1 bulan terakhir. Tanyakan aktivitas spesifik sehari-hari (naik tangga, berjalan, aktivitas rumah tangga) untuk meningkatkan objektivitas penilaian.

Contoh klinis

Kasus

Laki-laki 62 tahun, penyakit jantung koroner, gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (35%). Saat naik tangga ke lantai 2 mengalami sesak napas berat, harus berhenti. Tidak sesak saat istirahat, tidur dengan 1 bantal. NT-proBNP 1800 pg/mL.

Perhitungan

Gejala saat naik 1 lantai = keterbatasan bermakna, namun kondisi normal saat istirahat → Kelas III.

Interpretasi dan tata laksana

Gagal jantung fraksi ejeksi berkurang Kelas III. Tatalaksana: optimalisasi kuadroterapi (ACE inhibitor/ARNI + beta-blocker + MRA + inhibitor SGLT2 dalam dosis maksimal yang dapat ditoleransi). Bila tetap Kelas III–IV dengan terapi optimal dan QRS > 130 ms dengan LBBB — diskusikan CRT. Bila fraksi ejeksi ≤ 35% — pertimbangkan ICD untuk pencegahan primer kematian jantung mendadak.

Keterbatasan dan perhatian

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda NYHA dengan staging gagal jantung ACC/AHA?
NYHA adalah kelas fungsional (dinamis, dapat berubah). Staging ACC/AHA (A-B-C-D) bersifat anatomis-progresif, umumnya tidak regresi. Keduanya dapat digunakan bersama.
Apakah bisa Kelas II dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri 25%?
Ya, kelas fungsional dan fraksi ejeksi berkorelasi lemah. Keputusan terapi diambil berdasarkan gabungan — kelas fungsional + fraksi ejeksi + gejala + biomarker.
Bagaimana menilai NYHA pada pasien dengan disabilitas?
Berdasarkan level aktivitas maksimal yang dapat dicapai sebelum gejala muncul. Bila ada keterbatasan karena sebab lain — nilai gejala saat istirahat dan aktivitas sehari-hari (higiene, makan).
Apa makna 'perbaikan 1 kelas' sebagai target terapi?
Transisi IV→III atau III→II merupakan perbaikan klinis bermakna, berkaitan dengan prognosis dan kualitas hidup yang lebih baik.

Semua kalkulator klinis dalam satu tempat

Skor dan rumus tervalidasi dengan interpretasi lengkap, contoh klinis, dan referensi sumber. Akses terbuka, tanpa registrasi.

65+ kalkulator · skor dan rumus · interpretasi dengan catatan tata laksana

АА
Aleksandr A. Aulov Dokter, penyakit dalam, Sechenov School — platform pendidikan kedokteran independen. Kalkulator disusun dari publikasi asli dan panduan klinis terkini. Ambang batas interpretasi mengikuti studi sumber kecuali dinyatakan lain.
Kalkulator ini ditujukan untuk tenaga kesehatan profesional. Jangan gunakan untuk diagnosis diri atau pengobatan sendiri. Keputusan tata laksana dibuat oleh klinisi yang merawat berdasarkan gambaran klinis lengkap dari masing-masing pasien.