Menentukan aksis QRS berdasarkan amplitudo di sadapan I dan aVF
Sumber utama: Bayés de Luna A. Clinical Electrocardiography, 4th ed. 2012
Aksis listrik jantung (QRS axis) adalah arah rerata vektor depolarisasi ventrikel pada bidang frontal. Ditentukan berdasarkan perbandingan polaritas kompleks QRS di sadapan I dan aVF (atau I dan III) pada EKG standar.
Normal: −30° hingga +90° (normogram). Deviasi aksis ke kiri (−30° hingga −90°) dijumpai pada hipertrofi ventrikel kiri, blok fasikular anterior cabang kiri, perubahan terkait usia, obesitas. Deviasi ke kanan (+90° hingga +180°) dijumpai pada hipertrofi ventrikel kanan (cor pulmonale, emboli paru, penyakit jantung bawaan), blok fasikular posterior cabang kiri. Deviasi ekstrem (northwest axis) sangat jarang.
Cara sederhana: QRS positif di sadapan I dan II → aksis normal; positif di I, negatif di II, III, aVF → deviasi kiri; negatif di I, positif di aVF → deviasi kanan.
Hitung amplitudo bersih QRS di sadapan I: ukur tinggi gelombang R (mm), kurangi kedalaman gelombang S dan Q. Jika R dominan, hasilnya positif; jika S dominan, hasilnya negatif.
Hitung amplitudo bersih QRS di sadapan aVF dengan cara yang sama: R dikurangi (S + Q). Sadapan aVF mewakili sumbu vertikal (+90°).
Pasien laki-laki 58 tahun dengan PPOK dan cor pulmonale kronis. EKG: di sadapan I kompleks QRS negatif (pola rS), di III dan aVF positif dominan (pola Rs).
I (−) + aVF (+) → deviasi aksis ke kanan (+90° hingga +180°).
Deviasi aksis ke kanan. Pada pasien PPOK, ini merupakan tanda khas cor pulmonale kronis — hipertrofi dan beban berlebih ventrikel kanan. Tambahan: periksa P-pulmonale di sadapan II, rasio R/S > 1 di V1, inversi T di V1–V3. Ekokardiografi untuk menilai tekanan arteri pulmonalis dan fungsi ventrikel kanan.
Skor dan rumus tervalidasi dengan interpretasi lengkap, contoh klinis, dan referensi sumber. Akses terbuka, tanpa registrasi.
65+ kalkulator · skor dan rumus · interpretasi dengan catatan tata laksana